Menjadi Navigator Transformasi Digital
Kita semua tahu bahwa di era sekarang ini hal yang berbau digital sangat berkembang pesat, negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, China dan negara lainnya berlomba-lomba untuk menciptakan sebuah teknologi digital yang semakin canggih dan berguna bagi makhluk hidup. Meskipun transformasi digital di Indonesia tidak berkembang secepat negara-negara yang tadi disebutkan, tapi Indonesia juga selalu mengikuti dan cepat beradaptasi dengan adanya perkembangan transformasi digital di dunia ini. Mari kita bedah apakah pemerintah di Indonesia sudah membuat strategi dalam menangani Transformasi Digital Nasional ini? Jawabannya tentu iya. Salah satunya adalah Pengembangan Sumber Daya Manusia, yang dimana mempunyai fokus kepada program-program untuk meningkatkan literasi digital serta pelatihan yang mencakup berbagai bidang seperti AI, Big data serta Cybersecurity.
Tetapi apakah Strategi Transformasi Digital Nasional dibidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) itu sudah berjalan dengan baik? Mari kita bahas disini. Seperti yang kita tahu bahwa sempat ada bencana kebocoran data Pusat Data Nasional Sementara. yang salah satu akibatnya adalah hilangnya data-data yang sangat amat penting bagi keberlangsungan pendidikan manusia contohnya adalah hilangnya data pendaftar KIP Kuliah yang hilang begitu saja! Sebanyak 800 ribu data mahasiswa yang mendaftar KIP kuliah datanya hilang karena kesalahan pemerintah yang menangani hal tersebut tidak membuat membackup data-data mereka. Jadi kita bisa menarik kesimpulan bahwa ini adalah salah satu kelemahan Cybersecurity dan kerendahan protokol keamanan data.
Apakah semua itu ada kaitannya dengan pendapat penulis buku terkenal bernama Yuval Noah Harari yang mengatakan bahwa “Data Is New Oil”? jawabannya iya. Data Adalah Minyak Baru disini mempunyai arti bahwa data yang terakumulasi di dalam hal yang berbau digital bisa menjadi hal yang sangat mempunyai “Harga” seperti minyak. Disini data bukan hanya sekumpulan angka-angka yang tidak mempunyai arti, tetapi data disini mengandung informasi yang sangat amat mempunyai kepentingannya masing-masing. Simplenya jika salah satu orang yang berkuasa mempunyai data-data masyarakat ramai, mereka bisa mengoptimalkan operasi bisnis “Minyak” mereka dan ya, kita tidak tahu data kita akan diapakan oleh orang-orang tersebut. Jikalau bisnis mereka berhasil, mereka bisa meraup keuntungan yang luar biasa, tetapi jika bangkrut seperti Perusahaan Meta yang membuat proyek Metaverse, maka tidak akan dilanjutkannya proyek tersebut.
Proyek tersebut berhenti karena alasan yang sangat sederhana yaitu mengalami kebangkrutan finansial yang bisa dinilai proyek metaverse mengalami kerugian finansian substansional. Salah satu akibat kebangkrutan proyek Metaverse adalah kurangnya minat pengguna lalu pengguna aktifnya pun menurun jauh dari target pengguna aktif bulanan Meta. Mengapa pengguna aktifnya turun drastis? Karena pengguna menilai bahwa kualitas platform proyek Metaverse tersebut jauh dari kata “layak”, Contohnya banyak sekali bug yang membuat pengguna sangat amat todak nyaman dalam menggunakan platform tersebut. Tetapi dengan menyikapi “downfall”proyek metaverse tersebut, Mark Zuckerberg mempunyai proyek baru yang mempunyai fokus dibidang Artificial Intelligence (AI). Salah satu hal yang penting dalam menjalankan suatu proyek itu adalah bagaimana pola pikir serta emosional karyawan bisa terjalin dengan baik, meskipun sukit tetapi harus dikelola dengan baik dalam hal tersebut.
Jadi sebelum ke hal besar, hal kecil seperti persinggungan pemahaman gap digital antar-generasi ditempat keeja sangatlah harus diperhatikan. Karena seperti yang kita tahu pasti banyaknya perbedaan dalam pola pikir dan pengetahuan tentang digital itu sangat amat timpang tindih antara angkatan Baby Boomer, Gen X ataupun Gen Z. Jika gap digital antar-generasi tidak bisa ditangani dengan baik, pasti akan ada banyaknya misscommunication dalam pengerjaan proyek ataupun job yang sedang dikerjakan. Dengan adanya adaptasi dengan teknologi yang makin canggih, harusnya bisa berdampak positif dalam Cybersecurity lalu akan minim terjadinya kejadian buruk yang tidak diinginkan. (utsimk)
Ayudya Venus Az Zahro
18/10/2024 15:59
18 Pembaca